24/05/12

Haji: Pengarang, Imajinasi, Fakta Sosial

Bandung Mawardi
Republika, 14 Desember 2oo8

Ibadah haji mengantarkan muslim membuka pintu seribu satu kisah sejak Nabi Adam sampai pandangan eskatologis. Haji memiliki konvensi sebagai ibadah manusia pada Tuhan. Haji kerap mengingatkan pada imajinasi-religiusitas. Ibadah haji membuka kesadaran muslim untuk ziarah imajinasi dengan melampaui batas ruang dan waktu.

12/05/12

Caping, ‘Kutukan’ yang Mencerahkan

Amarzan Loebis
http://majalah.tempointeraktif.com/

AMAHUSU, Amboina, 29 Juli 2007.

Restoran itu menghadap ke laut. Malam baru saja bangkit. Di langit ada bintang, kemudian lampu-lampu pada kapal yang berlayar perlahan. Di dalam restoran, di semacam latar yang kepanggung-panggungan, satu band oom-oom Ambon memainkan lagu-lagu lama peninggalan big band Glenn Miller dan Benny Goodman.

Sang pemikir diambang revolusi [Ali Shari'ati]

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

ON THE SOCIOLOGY OF ISLAM ceramah-ceramah Ali Shari’ati, diterjemahkan ke bahasa Inggris dengan pengantar Hamid Algar, Mizan Press, Berkeley, 1979, 125 halaman.

TIAP revolusi di abad ini nampaknya dituntut untuk punya pemikir. Pada revolusi Oktober di Rusia 1917, kita melihat Marx serta Lenin. Kemudian, di Cina, Mao. Maka bila di Iran terjadi revolusi, siapa gerangan yang jadi sang filosof dan ideolog?

04/05/12

Hidupkan Sastra, Dirikan Warung Apresiasi

Kisah Orang-orang Dekat Gus Dur
Zakki Amali
http://suaramerdeka.com/

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah kembali ke pangkuan Tuhan. Apakah wafat Gus Dur membuat orang- orang dekatnya juga menghilang dari peredaran? Tidak. Mereka antara lain Zastrouw Al-Ngatawi dan Aris Junaidi terus berkarya.

KETUA Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU, Zastrouw Al-Ngatawi mengungkapkan, sastra dan budaya merupakan media pendidikan hati dan sosial, sehingga membuat orang peka terhadap kondisi sekeliling.

JADZAB

Usman Arrumy
http://sastra-indonesia.com/

Jadzab, di dalam istilah tasawuf adalah suatu maqom atau keadaan di luar kesadaran seseorang, atau bahkan, sudah tidak tertaklif secara syariat? kali ini saya hendak mengawalinya dengan asal-usul lafadz JADZAB terlebih dahulu, bahwa di dalam kamus bahasa arab mula dari JADZAB adalah – Jadzaba-Yajdzibu-Jadzban – yang berarti mempunyai makna ”menarik”, sementara obyek atau maf’ulnya adalah majdzub yang berarti mengandung makna tertarik, di dalam istilah sufi, biasanya jadzab di gunakan terhadap situasi bagi seseorang yang sedang mengalami (khoriqul adat) atau jenis yang lain, seperti nyleneh,

Pengikut